Energi Terbarukan

Energi Terbarukan

Sadarkah bahwa untuk membuat makanan, bepergian hingga main gadget, kita memerlukan energi. Sebagian besar energi yang kita gunakan masih berasal bukan dari energi terbarukan seperti minyak bumi, batu bara dan gas, yang diperkirakan akan habis 50-70 tahunan lagi, jika terus menerus digunakan seperti sekarang ini.

Sebenarnya penggunaan energi nonreneweble (tidak terbarukan) dapat dikurangi, jika ilmuan dan pemerintah bekerja sama mengembangkan sumber-sumber energi renewable atau terbarukan, yang sumbernya melimpah di alam dan otomatis terisi kembali, seperti air, angin, gelombang laut, ombak, cahaya matahari, panas bumi dan lainnya.

Menurut data tahun 2013, energi terbarukan dari hydroelectric, seperti bendungan, menyumbangkan 16,3% dari total energi listrik di seluruh dunia, dan jika ini digabungkan dengan memanfaatkan sejumlah sumber energi terbarukan dari angin, cahaya dan panas, maka bisa menutupi setengah kebutuhan energi listrik dunia.

Berikut adalah 8 jenis sumber energi terbarukan yang dapat menjadi harapan masa depan manusia.

1. Cahaya Matahari


Energi terbarukan dari Tenaga Matahari, gambar: deaarsolar.co.za

Energi matahari, berasal dari panas sinar matahari dan radiasi cahaya yang dapat di konversi menjadi energi listrik. Beberapa tahun sekarang ini, teknologi energi cahaya ini menjadi salah satu yang berkembang cepat dibandingkan energi terbarukan lainnya.

Berdasarkan cara untuk menangkap cahaya matahari, mengkonversi dan mendistribusikan energi cahaya, maka terdapat dua teknologi yang digunakan, yakni passive solar dan active solar. Perbedaan utama dari segi material yang digunakan untuk menangkap radiasi matahari.

Sekarang ini, manusia lebih tertarik mengembangkan active solar, karena lebih ekonomis dan aplikatif, seperti solar panels untuk penghangat air atau pendingin ruangan.

2. Tenaga Ombak


Energi terbarukan dari Tenaga ombak, gambar: agrion.org

Pantai, selain bermanfaat sebagai tempat rekreasi favorit keluarga, ternyata ombaknya bisa dimanfaatkan sebagai energi terbarukan selanjutnya. Ombak atau gelombang laut merupakan energi potensial yang datang dari lautan berupa gelombang transversal yang pecah saat mencapai pantai.

Energi terbarukan ini sulit untuk dikontrol, karena datangnya ombak tidak dapat diprediksi. Tenaga ombak idealnya untuk memenuhi pasokan listrik di pulau-pulau kecil terluar. Disamping bersih, energi ini juga sangat berlimpah.

Namun, perkembangan teknologi untuk tenaga ini masih jauh dari harapan. Disamping itu, dengan teknologi sekarang ini, membangun dan memelihara fasilitas tenaga ombak biayanya cukup mahal, dan kurang ekonomis. Semoga saja, kedepannya ada ilmuan yang mau meneliti dan mengembangkan sumber energi ini lebih jauh.

3. Tenaga Angin


Energi terbarukan dari Tenaga Angin, gambar: windpowerninja.com

Pergerakan atmosfer menyebabkan perbedaan temperatur di seluruh permukaan bumi. Tenaga angin adalah salah satu jenis bentuk energi yang memanfaatkan angin sebagai sumbernya, memutarkan baling-baling, dan nantinya membangkitkan turbin (energi mekanik) yang dikonversi menjadi energi listrik.

Ketika kecepatan angin bertambah, tenaga listrik yang dihasilkan juga meningkat. Tenaga angin ini cocok sekali dikembangkan di wilayah-wilayah landai luas dengan ketinggian tertentu, dimana angin bertiup kencang dan konstan. Negara yang telah banyak menerapkan tenaga angin ini diantaranya, Belanda, Denmark, dan Kanada, Amerika, Jepang, China, hingga Korea.

Faktanya, tenaga angin sejak dulu telah dimanfaatkan manusia untuk berlayar, memompa air tanah, hingga tenaga untuk menggiling ladang gandum. Sekarang, kebanyakan tenaga angin dikembangkan untuk menghasilkan energi listrik.

4. Tenaga Gelombang Dasar Laut

Tenaga gelombang dasar laut atau tidal energy, merupakan energi terbarukan yang memanfaatkan perbedaan kerapatan air laut. Ada dua cara untuk menghasilkan energi ini, yaitu dengan barrage generation dan tidal stream generators.

Tenaga yang dihasilkan dengan cara tidal stream generators lebih ramah lingkungan dan sedikit menyebabkan efek buruk saat pembangunan fasilitasnya.

Seperti halnya turbin angin, sistem kerja tidal stream generators memanfaatkan aliran air laut untuk memutarkan baling-baling. Semakin rapat air laut, maka semakin cepat gerakan turbin. Walaupun begitu, tenaga ini belum dimanfaatkan dalam skala besar, menunggu pengembangan lebih lanjut, dan menjadi sumber energi potensial untuk menghasilkan listrik di masa depan.

5. Tenaga Air


Energi Terbarukan berasal dari tenaga air clean-energy-ideas.com

Mungkin baru air saja yang sudah dimanfaatkan secara besar-besaran sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik. Energi ini memanfaatkan kedudukan air terhadap permukaan bumi, seperti air terjun, atau bendungan karena dari kedudukan tersebut air memiliki energi potensial (EP).

Ada tiga bentuk teknologi untuk menghasilkan tenaga air,

·        Pertama disebut hydroelectric energy, yaitu merubah EP air secara ekstensif menjadi listrik melalui pembangunan dam atau bendungan.

·        Kedua micro hydro system, yakni merubah EP air menjadi listrik dengan memanfaatkan intensitas aliran air di wilayah yang kaya akan sungai deras atau air terjun, biasanya dalam skala kecil.

·        Ketiga run of the river hydropower system, adalah merubah derasnya aliran sungai menjadi listrik, tanpa membendungnya.

Disamping menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan, bendungan juga berfungsi sebagai penangkal banjir dikala musim hujan datang.

6. Geothermal


Energi terbarukan berasal dari geothermal, gambar: desmog.ca

Energi terbarukan ini merupakan salah satu sumber tenaga potensial, karena dihasilkan dari panas di dalam permukaan bumi. Tenaga panas atau geothermal berasal dari inti bumi, yang jaraknya 6.400 km menjalar ke atas permukaan bumi melalui retakan di sekitar pegunungan. Inti bumi sendiri sebagian besar terdiri dari besi padat dan cair dengan suhu mencapai 5.000 derajat celcius.

Dewasa ini, geothermal telah dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga panas, hingga tempat rekreasi seperti pemandian air panas. Jika dimanfaatkan secara sungguh-sungguh, maka tenaga ini dapat memenuhi kebutuhan listrik satu kota besar.

Namun, tenaga ini terbatas terhadap lingkungan, lokasi dan waktu, karena wilayah potensial ini selalu berada di pegunungan berapi, sehingga resiko nya pun cukup tinggi. Belum lagi biaya pembangunan, pendistribusian hingga pemeliharaan cukup tinggi. Salah satu wilayah di Inonesia yang menerapkan energi terbarukan geothermal adalah Garut.

7. Bahan Bakar Hidrogen


Energi terbarukan dari bahan bakar hidrogen, gambar: vimeocdn.com

Nah ini dia energi masa depan yang sedang dikembangkan dan setiap orang harapkan, bahan bakar hidrogen. Selain sebagi tenaga masa depan terbarukan, teknologi ini pun akan merevolusi penggunaan bahan bakar minyak, karena penggunaanya hampir mirip bensin, namun ramah lingkungan.

Bahan bakar ini dapat mengurangi polusi secara signifikan dan bisa juga dimanfaatkan sebagai fuel cells atau batu baterai.

Dalam produksinya, bahan bakar hidrogen  tentu saja membutuhkan pasokan gas hidrogen yang banyak. Sedangkan di alam, tidak ada hidrogen dalam wujud tunggal, tapi keberadaanya melimpah berikatan dengan atom lain, misalnya dalam air (H2O).

Untuk memisahkannya, ada teknik pemisahan air menjadi komponen-komponenya yang dinamakan elektrolisis. Namun masalah baru pun muncul, ternyata teknik pemisahan elektrolisis cukup mahal. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya dari para ilmuan dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan ini.

8. Biomassa


Energi terbarukan berasal dari biomassa, gambar: emaze.com

Bisa jadi salah satu sumber energi masa depan berasal dari tumpukan sampah, atau dikenal dengan biomassa. Biomaasa merupakan material biologi yang diekstrak dari aktivitas organisme. Sumber energi ini sangat melimpah di alam dan penggunaannya luas.

Biomassa bisa diperoleh dari bekas makanan, sampahorganik hingga limbah pertanian, yang paling dibutuhkan yakni limbah cellulosic.

Selain mudah diterapkan, murah dan sumber melimpah, penggunaan biomassa juga turut mengurangi limbah dan sampah organik. Nantinya, biomassa bisa menggantikan peran gas alam sebagai bahan bakar untuk memasak. Satu-satunya tantangan dari tenaga ini yakni produk sampingan seperti SOx, NOx dan PM yang bersifat polusi.

Sampai sekarang para ahli masih mencari metode pembakaran yang sempurna agar gas-gas tersebut dapat diminimalisir sekecil mungkin.

Demikianlah kedelapan energi terbarukan yang dapat menjadi sumber energi masa depan umat manusia. Semoga ulasan ini menambah wawasan kita semua.

sumber : http://m.viva.co.id/